Tampilkan postingan dengan label History. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label History. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 November 2012

HISTORY SATANIC DI INDONESIA YANG BERHUBUNGAN DENGAN GEREJA SETAN

Di bulan April 1999 Indonesia dihebohkan dengan adanya indikasi GEREJA SETAN (GS) telah masuk ke-kota Manado dan GS yang juga pernah dihebohkan masuk ke Jakarta pada tahun 1993 itu kembali menimbulkan heboh di seluruh penjuru tanah air. Di bulan Mei YBA diundang untuk memberikan ceramah tentang GS di empat gereja besar di Bandung dan Jakarta, karena itu Makalah Sahabat Awam (MSA) nomor 50 edisi Mei 1999 mengangkat topik 'GS dan ajaran Dunia Roh' dan ringkasannya menjadi renungan berikut :


BAND PENGANUT SATANISME

Berikut 10 band penganut satanisme yang populer

Di antara banyak band-band metal Saat ini, terdapat beberapa band-band yang merupakan band-band sesat yang memuja setan.

Band-band tersebut menjual jiwanya untuk para setan demi keinginanya agar memperoleh ketenaran. Band yang beraliran Black Metal merupakan aliran metal yang paling banyak memiliki Band Metal-Satanis.

1. Acheron



BLACK METAL - PEMAHAMAN DENGAN BIJAK DAN LEBIH DEWASA

http://www.apakabardunia.com/2011/07/sejarah-perkembangan-setanisme-pemuja.html . Bila kita membaca ulang, di situ tertulis beberapa grup musik dan juga lagu-lagu yang mengarah kepada pemujaan setan.
Metal, atau yang lebih spesifik, Black Metal, digadai-gadai jadi genre musik yang secara gamblang merupakan bukti penganut satanisme.

Nah, kebetulan salah seorang rekan jurnalis yang menyelami seluk-beluk musik Black Metal serta pergerakan musisi “Bawah Tanah” dunia dan Indonesia (khususnya) memberi pemahaman yang lebih jelas soal musik tersebut.
Saya ingin membagikan tulisan Autumn Reaper atau Grimscorpse kepada teman-teman semua untuk membuka wawasan dan berharap, kita bisa memandang lebih jernih segala permasalahan.
Setiap subyek di dunia ini selalu punya dua sisi, hitam dan putih. Tentunya kita bisa menjadi manusia yang “lebih dewasa” ketika melihat sesuatu dengan bijak.
Penilaian akhir, apakah nantinya tetap meletakkan musik metal sebagai perpanjangan tangan satanisme, atau mau menerimanya hanya sebagai ruh musik yang berdiri pada alirannya sendiri, ya terserah pandangan masing-masing orang.
Begini kisahnya…

SEJARAH MUSIC UNDERGROUND, ROCK, METAL DI INDONESIA

Sejarah music underground ,rock ,metal di indonesia
kelahiran scene musik rock underground di Indonesia sulit dilepaskan dari evolusi rocker-rocker pionir era 70-an sebagai pendahulunya. Sebut saja misalnya God Bless
Gang Pegangsaan, Gypsy(Jakarta), Giant Step, Super Kid (Bandung), Terncem (Solo), AKA/SAS (Surabaya), Bentoel (Malang) hingga Rawe Rontek dari Banten. Mereka inilah generasi pertama rocker Indonesia. Istilah underground sendiri sebenarnya sudah digunakan Majalah Aktuil sejak awal era 70- an. Istilah tersebut digunakan majalah musik dan gaya hidup pionir asal Bandung itu untuk mengidentifikasi band-band yang memainkan musik keras dengan gaya yang lebih `liar’ dan `ekstrem’ untuk ukuran jamannya. Padahal kalau mau jujur, lagu-lagu yang dimainkan band- band tersebut di atas bukanlah lagu karya mereka sendiri, melainkan milik band-band luar negeri macam Deep Purple, Jefferson Airplane, Black Sabbath, Genesis, Led Zeppelin, Kansas, Rolling Stones hingga ELP.

Sabtu, 24 November 2012

MUSIC METAL DAN SEJARAH PERKEMBANGANYA

HEAVY METAL adalah sebuah aliran musik rock yang berkembang pada 1970-an, dengan akar dari blues rock dan psychedelic rock. Aliran musik ini ditandai dengan distorsi Gitar yang sangat kuat, solo gitar panjang, ketukan cepat, baik disemua instrumentasi alat musiknya. Lirik heavy metal berkaitan dengan maskulinitas dan kejantanan.
Sejarah perkembangan musik Metal
Nama Heavy metal digagas oleh band Hard rock tahun 1960'an Steppenwolf, dalam lagu mereka yang berjudul Born To Be Wild (ada di baris kedua bait kedua). "I like smoke and lightning Heavy metal thunder Racin' with the wind And the feelin' that I'm under". Tapi istilah itu belum dipakai secara tepat sampai pada tahun 1970,